Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 01 Juni 2011

TEKNIK IRIGASI

Irigasi adalah kegiatan - ­kegiatan yang bertalian dengan usaha mendapatkan air untuk sawah, ladang, perkebunan dan lain-lain usaha pertanian, rawa - rawa, perikanan. Usaha tersebut terutama menyangkut pembuatan sarana dan prasarana untuk membagi-bagikan air ke sawah-sawah secara teratur dan membuang air kelebihan yang tidak diperlukan lagi untuk memenuhi tujuan pertanian. Masih sering kita jumpai istilah irigasi ini diganti dengan istilah "Pengairan". Untuk sementara istilah irigasi kita anggap punya pengertian yang sama dengan istilah pengairan.
 Tujuan Irigasi
Dalam tujuan irigasi dibahas : tujuan irigasi secara langsung dan secara tidak langsung.
a.       Tujuan irigasi secara langsung
Tujuan irigasi secara langsung adalah membasahi tanah, agar dicapai suatu kondisi tanah yang baik untuk pertmbuhan tanaman dalam hubungannya dengan prosentase kandungan air dan udara diantara butir-butir tanah. Pemberian air dapat juga mempunyai tujuan sebagai pengangkut bahan-bahan pupuk untuk perbaikan tanah.
b.      Tujuan irigasi secara tidak langsung
Tujuan irigasi secara tidak langsung adalah pemberian air yang dapat menunjang usaha pertanian melalui berbagai cara antara lain :
1.      Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.
2.      Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya penggenangan air di sawah untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.
3.      Memberantas hama, sebagai contoh dengan penggenangan maka Jiang tikus bisa direndam dan tikus keluar, lebih mudah dibunuh.
4.      Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.
5.      Membersihkan buangan air kota (penggelontoran), misalnya dengan prinsip pengenceran karena tanpa pengenceran tersebut air kotor dari kota akan berpengaruh sangat jelek bagi pertumbuhan tanaman.
6.      Kolmatasi, yaitu menimbun tanah-tanah rendah dengan jalan mengalirkan air berlumpur dan akibat endapan lumpur tanah tersebut menjadi cukup tinggi sehingga genangan yang terjadi selanjutnya tidak terlampau dalam kemudian dimungkcinkan adanya usaha pertanian
Bangunan Utama (Headworks) dapat didefinisikan sebagai kompleks bangunan yang direncanakan di atau sepanjang sungai atau aliran air untuk membelokan air kedalam jaringan Irigasi atau saluran irigasi agar air tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan irigasi.
Bangunan Utama terdiri dari bangunan – bangunan antara lain :
Ü          Bangunan Pengelak yaitu bagian dari bangunan utama yang berfungi untuk membelokan arah aliran sungai kedalam saluran (misalnya : bendung) dengan peredam energi.
Ü          Peredam Energi yaitu bagian dari bangunan pengelak yang berfungsi untuk meredam tenaga aliran air pada saat melewati pembendungan (misalnya : kolam olak).
Ü            Kantong Lumpur  yaitu bagian dari bangunan utama yang berfungsi untuk mengendapkan atau menampung sedimen dari sungai agar tidak masuk kedalam saluran irigasi sampai pada saat pembilasan.
Ü            Bangunan Pembilas yaitu bagian dari bangunan utama yang berfungsi untuk membilas sedimen.
_     Pembilas bawah, adalah bangunan pembilas melalui tubuh bendung berupa gorong-gorong di bagian bawah pintu penguras.
_     Pembilas samping, adalah bangunan pembilas yang tidak terletak pada tubuh bendung, dengan maksud tidak mengurangi lebar tubuh bendung (shunt undersluice).
Ü            Pekerjaan Sungai yaitu usaha – usaha yang dilakukan disungai untuk menjaga konstruksi bangunan utama, usaha – usaha ini berupa perbaikan dan mempertahankan kondisi alur sungai agar tetap terlestarikan fungsinya terutama pada daerah di dan sekitar bangunan utama.
Materi Lengkap Teknik Irigasi II :


Bangunan Pembawa



Lampiran (4)

  • Bab IV. Stabilitas Bendung.pdf - pada 22 Agt 2010 07:31 oleh john FK (versi 1)
    2699k Lihat Unduh
  • Bab ii. kantong lumpur.pdf - pada 22 Agt 2010 07:23 oleh john FK (versi 1)
    615k Lihat Unduh
  • bab I. Bangunan Utama.pdf - pada 22 Agt 2010 07:17 oleh john FK (versi 1)
    1228k Lihat Unduh
  • bab iii. bangunan pembilas.pdf - pada 22 Agt 2010 07:26 oleh john FK (versi 1)
    493k Lihat Unduh
Materi Kuliah Irigasi Lengkap :

Bagian - bagian Bangunan Bendung Tetap


Lampiran (7)

  • BAB I DASAR - DASAR IRIGASI.pdf - pada 22 Agt 2010 06:22 oleh john FK (versi 1)
    101k Lihat Unduh
  • BAB III_JARINGAN IRIGASI.pdf - pada 22 Agt 2010 06:30 oleh john FK (versi 1)
    419k Lihat Unduh
  • BAB II_PENGELOLAAN AIR.pdf - pada 22 Agt 2010 06:26 oleh john FK (versi 1)
    1315k Lihat Unduh
  • BAB IV_STANDARD TATA NAMA.pdf - pada 22 Agt 2010 06:35 oleh john FK (versi 1)
    892k Lihat Unduh
  • BAB VII_BANGUNAN PEMBAWA.pdf - pada 22 Agt 2010 06:56 oleh john FK (versi 1)
    2864k Lihat Unduh
  • BAB VI_SALURAN.pdf - pada 22 Agt 2010 06:49 oleh john FK (versi 1)
    2290k Lihat Unduh
  • BAB V_PETAK TERSIER.pdf - pada 22 Agt 2010 06:51 oleh john FK (versi 1)
    997k Lihat Unduh  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar