Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 01 Juni 2011

Embung Kecil

EMBUNG KECIL

Embung kecil merupakan suatu bangunan yang berfungsi untuk menampung air hujan dan digunakan pada musim kemarau bagi suatu kelompok masyarakat desa. Embung dibangun melintang alur-alur sungai kecil yang memiliki raven atau bentuk lekukan alur berupa depresi untuk dapat menampung air sebanyak-banyaknya, dimana tampungan air tersebut dibendung dengan tanggul yang dibangun sependek mungkin dan  disesuaikan dengan kondisi topografi setempat.
Embung kecil memiliki batasan dalam design seperti luas Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak boleh lebih besar dari 100 ha, tinggi tanggul tidak lebih dari 10 m, volume tampungan tidak boleh lebih besar dari 100.000 m³ air dan panjang jaringan pipa tidak boleh lebih panjang dari 3000 m. Apabila batasan dimensi ini dilampaui, maka embung ini disebut embung irigasi atau waduk kecil (Sumber : Kriteria Design Embung Kecil Untuk Daerah Semi Kering Di Indonesia, Puslitbang Pengairan, Balitbang Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum, 1994)
Embung mempunyai beberapa komponen antara lain daerah tadah hujan (Catchment Area), tanggul (Embankment), daerah genangan air (storage), saluran pembuangan (spillway), jaringan pipa dan bak-bak pelayanan (reticulation system) yang terdiri dari  pipa distribusi, bak air bersih, bak air ternak dan bak air kebun serta bangunan pelengkap yang terdiri dari  peil scale, pagar dan pintu pagar, bench mark dan papan informasi.
Bak-bak pelayanan pada setiap Embung kecil disesuaikan dengan kebutuhan, umumnya terdiri dari 3 unit antara lain 1 unit untuk bak air bersih, 1 unit untuk bak air ternak dan 1 unit untuk bak air kebun (Sumber : Pedoman Kriteria Desain Embung Kecil Untuk Daerah Semi Kering Di Indonesia, Puslitbang Pengairan, Badan Litbang Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum, 1994).
Pada bagian dasar dari tanggul embung, ditanam atau dipasang pipa transmisi yang berfungsi untuk mengalirkan air dari kolam embung (Storage) ke kaki tanggul. Dibagian belakang kaki tanggul dipasang sebuah box stop kran yang berfungsi untuk mengatur distribusi air embung ke bak-bak pelayanan.
Adapun permasalahan yang sering ditemui pada setiap embung kecil adalah:
  • Tidak terisinya air dalam bak penampungan sesuai volume bak.
  • Debit yang mengalir masuk ke dalam bak tampungan sering kecil, yaitu hanya setengah diameter pipa, sementara kondisi muka air dalam kolam Embung berada pada posisi Full Supply Level (FSL).
  • Ada bak pelayanan yang tidak terisi air ketika muka air dalam kolam Embung turun separuh dari tinggi air kolam.
  • Bahan jaringan pipa yang digunakan umumnya berdiameter seragam dari inlet pipe (pipa transmisi) hingga outlet pipe di bak-bakpelayanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar